Yang saya tangkap dari banyak umpan-umpan dunia maya adalah betapa potensi usaha media (dalam hal profitabilitas) masih besar. Jika saya tidak keliru membaca, bukti-bukti yang mengesahkan pendapat saya bisa juga Anda baca. Silakan Anda ketik sendiri beberapa kata terkait di mesin pencari internet. Satu dari sekian banyak media massa populer adalah televisi.

Jelas bahwa sepengetahuan saya, televisi masih memegang tampuk kekuasaan di atas angin dari segi jumlah khalayak konsumennya. Meski bukti sahih yang mungkin semakin meyakinkan Anda belum saya cari, namun besar keyakinan saya hal ini benar. Yakin itu bukan hanya sekadar percaya, namun dengan ditambah bumbu penalaran yang mudah-mudahan masih sehat. Adanya televisi membuka mata sebagian kalangan, sekaligus menutup mata sebagian lainnya.

Pernah bergetar di gendang telinga dan terbayang di retina mata saya ihwal televisi yang bisa merusak otak manusia. Sedemikian mengerikan hingga saya tersenyum kecil dibuatnya. Namun itu dulu. Sekarang saya mulai menyadari bahwa yang demikian itu ada benarnya.

Yang terlintas di pikiran saya sekarang adalah kepemilikan media, usaha reproduksi informasi, dan hal lain yang terkait yang malas saya tulis di sini, selain karena saya tahu mungkin Anda akan lelah membacanya dan terlepas dari fakta bahwa hal-hal itu tidak terlalu penting bagi Anda.

Jelas bahwa kita, setidaknya saya sebagai mahasiswa yang butuh informasi faktual dan sempurna dengan mudah dan efisien mengidamkan adanya inovasi entitas bisnis penyedia informasi agar dapat mengonsumsi hiburan dan melegakan dahaga keingintahuan dengan sarapan berita yang bergizi di pagi hari, makan siang lelucon dan hiburan menyehatkan, dan makan malam analisis mendalam yang mencerdaskan.

Pernah terlintas di pikiran saya inovasi itu. Kini saya mengembangkannya. Entah bagaimana caranya. Yang penting saya berusaha semaksimal daya pikir dan juang jiwa dan raga.

 

Tertarik? Silakan hubungi saya di praditya@kurasi.co


Hubungi saya


%d blogger menyukai ini: