Saya sedikit merasa sentimentil ketika memikirkan SMADA ICT Festival Tahun 2011, tepat 5 bulan yang lalu. Berawal dari sekelompok anak yang mempunyai ambisi luar biasa besar, mimpi – mimpi besar, akhirnya jerih payah kami terbayar dengan satu kata : sukses.
Beruntung, saya ditemani kawan – kawan yang setia mendampingi saya dari awal hingga akhir, kawan – kawan PC Club. Kawan-kawan yang menjadi sumber inspirasi saya hingga hari ini, detik ini, dan sampai kapanpun juga.
Belum pernah saya membayangkan sebelumnya akan mengadakan sebuah (atau lebih tepatnya serangkaian) event se-ambisius ini. Dan kala itu, ambisi merupakan sebuah realita. Berikut sedikit saya gambarkan kronologi perjalanan kawan – kawan panitia.
Persiapan Awal
[ Sekitar akhir tahun 2010 ]
Kala itu, sore menjelang dengan penuh keluh kesah. Belum selesai masalah pengorganisasian ekskul, dan tentunya pemberian materi ekskul, muncul masalah baru : SMADA ICT Festival. Bukan maksud saya mendiskreditkan, tapi pembina ekskul ini -menurut saya dan kawan kawan PC CLUB- seolah sungguh tak benar-benar peduli terhadap nasib kami, organisasi kami, dan kegiatan yang kami selenggarakan, alih – alih justru mementingkan dirinya sendiri. Sore yang menguras otak itu dimulai dengan diskusi ringan mengenai acara yang akan diselenggarakan tahun depan. Saya yang berada di lini terdepan kawan – kawan PC Club dengan sangat antusias mengeluarkan ide – ide. Begitu pula dengan kawan – kawan saya. Begitu pula dengan pembina kami. Satu persatu gagasan terlontarkan, hingga akhirnya mengerucut pada 4 rangkaian acara
- Kompetisi Cerdas Cermat ICT (Tingkat SMP Se-Karesidenan Madiun)
- Lomba Fotografi (Tingkat SMP/SMA Se-Karesidenan Madiun)
- Festival Film Remaja (Tingkat Jawa Timur)
- Workshop Perangkat Lunak OpenSource dan pembuatan Website sekolah gratis untuk guru TK/SD/SMP/SMA se-Kota Madiun
Sudah bisa membayangkan betapa ambisiusnya kami ?
Sampai hari ini pun masih terkenang saat – saat itu dalam memori saya. Saat imajinasi saya dan kawan – kawan begitu meluap – luap. Sungguh kesombongan di masa muda yang indah…
Tahap Pembahasan
[ Sekitar akhir tahun 2010 ]
Perlu diingat, saat tahap awal (Pada pembahasan tingkat PC CLUB), akhir 2010, sudah didapatkan produk nyata berupa proposal lengkap dengan rincian anggarannya, dengan struktur kepanitiaan awal meskipun masih belum terisi semua. (dalam hati saya berkata, sungguh luar biasa semangat kawan - kawan PC Club waktu itu)
Tapi, semangat itu tiba – tiba pudar di kala suatu hari dibahas proposal tersebut dengan OSIS (yang inisiatifnya juga saya lakukan, bertempat di Lab Komputer LT2). Masih ingat juga saya, kala itu mendengar komentar dari salah seorang pengurus OSIS “Dit, we prepare banget sih..”
Benar – benar merubah tatanan kala susunan kepanitiaan dirombak. Maksud saya, pribadi saya yang saya tata sedemikian rupa, dengan rencana jauh ke depan, perlahan menemukan titik kritis kehancurannya. Begitu pula dengan kawan – kawan PC Club.
Saya ingat betul ucapan saya kepada sosok ketua OSIS periode itu yang intinya mengingatkan bahwa “Apakah ketua OSIS mesti duduk di kursi ketua panitia?” dan satu kata lagi dari saya “Saya ingin posisi (semua posisi) diisi oleh orang yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas” Defrustrated, so desperate..
Mencoba ikhlas dalam puncak masa muda, tidaklah mudah kawan. Baca tulisan saya “Mengunggah Keikhlasan” beberapa waktu lalu.
Akhirnya saya ikhlas, walaupun harus rela korban perasaan. Dan apa yang terjadi ? Kemungkinan buruk yang saya ceritakan terjadi. Setelah saya menyerahkan tampuk kepanitian kepada yang “duduk” di kursi panitia puncak. Semua kegiatan menjadi buyar, kabur, amburadul, tak terfokus. dan Apa yang saya lakukan ? Saya dan kawan – kawan yang saling support (beberapa kawan baik saya) yang setia membackup semua hal, baik buruknya kegiatan.
Titik kritis kembali lagi dihadapkan saat pada tahap persiapan, tiba – tiba kawan baik saya merasa Su’udzon terhadap saya, dan berprasangka bahwa saya tidak rela jabatan saya diambil dan selalu merendahkan dan mendahului kehendaknya. Kawan saya itu keluar dari organisasi PC Club, organisasi yang kami bangun kembali bersama. Perlu anda ingat, kawan, semua tindakan saya kala itu hanya untuk satu tujuan : mensukseskan SMADA ICT Festival 2011.
Kawan saya itu merasa dirinya selalu didahului dan pendapatnya tidak didengarkan, dan diremehkan. Itu hanya perasaannya saja.
Anda bayangkan : Saya, Ketua OSIS, dan Kawan saya itu duduk bertiga membahas acara yang akan diselenggarakan, tapi kawan saya itu malah tidur, Bagaimana coba? Coba anda jadi saya !
Tahap Persiapan Acara
[ dimulai beberapa minggu sebelum hari - H ]
Saya mencoba bersikap bak karang. Saya tak peduli dengan kawan saya itu. Meskipun saya masih tetap menyayanginya, dan sungguh apa yang saya lakukan saat itu justru menghindarkannya dari masalah bom waktu. Tapi entahlah.. Karena maksud baik belum tentu diterima dengan baik.
Segala koordinasi kacau. Dan saya, yang ada pada posisi wakil ketua II tetap mencoba berdiri pada job description saya, meski pada kenyataannya di lapangan, I am the man. Saya orangnya. Orang yang paling sibuk mengatur acara itu. Dan begitu enaknya kawan saya tadi (sebut saja Mr. X) saat sakit mengirim pesan singkat pada saya :”Dir, koe saiki ketua I “
– Dalam hati saya ” ndak usah kamu bilang saya ketua I pun, saya sudah ketua panitia dari awal”
Emosi semakin bercampur aduk kala itu. Sampai akhirnya saya muntab dan langsung mengambil alih Tim Panitia dan mengadakan rapat dan saya pimpin rapat itu, tak peduli meski saya bukan ketua Panitia. Saya rela berkorban.
Mengesampingkan hal – hal diatas, saya bersyukur acara SMADA ICT Festival sukses, dan menghasilkan keuntungan besar (meskipun jika koordinasi tidak kacau dan terarah, untung bisa 2X lipat bahkan lebih). Agak sedikit mengherankan, mengingat ada satu acara (yaitu workshop) yang merugi. Jika saya bandingkan dengan kegiatan lainnya, kegiatan inilah yang paling berhasil, dalam segi kepuasan peserta dan keuntungan, dibanding kegiatan lainnya. Web SMADA ICT FESTIVAL 2011 << Link SICTF 2011
Sekali lagi, saya Beruntung, saya ditemani kawan – kawan yang setia mendampingi saya dari awal hingga akhir, kawan – kawan PC Club. Aming, Bagas, Erlangga, Ekik, Afghan, Dedi, Aga, Aul, Bayu.. PC Club adalah alasan saya untuk tidak mencalonkan diri jadi ketua osis, beberapa bulan lalu..
Thanks bro, semoga suatu saat kita dapat berjumpa di masa depan, dalam ruang waktu dan keadaan yang lebih baik lagi..

Pingback: Riwayat Ngeblog Saya [review dari jaman dulu] « Dari balik meja karambol…