Imajinasi dan mimpi seseorang mungkin terlampau tinggi untuk direfleksikan terhadap apa yang telah dilakukaknnya selama ini. Tapi, begitulah kenyataanya. Seringkali mimpi menjadi berita yang tak kunjung habis ditonton pemirsa yang sudah resah memikirkan masa depan.
Pak Pur, panggilan akrab Purnomo Prawiro, sebenarnya adalah seorang dokter. Ia lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1974. Bungsu dari tiga bersaudara ini pernah cukup lama menjadi pegawai Departemen Kesehatan. Bahkan, ia sempat menjadi kepala Rumah Sakit Karya Bhakti, Bogor. Namun, pria kelahiran Surabaya, 18 Oktober 1947 ini kemudian meninggalkan status pegawai negerinya dan lebih memilih membesarkan bisnis taksi Blue Bird yang dirintis oleh ibunya. Di tangan Purnomo, bisnis taksi Blue Bird berkembang pesat hingga menjadi operator taksi terbesar di Indonesia. Ujar Purnomo, dirinya hanyalah menyiram bibit bisnis yang ditanam ibunya untuk menjadi besar. Kesuksesan Purnomo sebagai pengusaha taksi ini kemudian dilirik Ernst&Young Indonesia yang memberinya penghargaan sebagai Service Entrepreneur of the Year 2002. Dalam survei CEO Idaman 2007, nama Pak Pur juga memperoleh tempat terhormat. Sebanyak 34,33% responden memilih pehobi berenang ini sebagai CEO idaman mereka. Alasan utama mereka, Purnomo memiliki visi dan misi yang jelas, sehingga mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik (28%). Bendahara Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ini juga dianggap mampu mengelola Grup Blue Bird dengan baik dan bisa memberi image yang bagus bagi Grup Blue Bird. Selain itu, ketua Majelis Wali Amanat UI ini dinilai tetap low profile (16%), meskipun sudah sering mendapat penghargaan.
Terkadang doaku hanyalah,
Ya Allah, berikanlah aku kemudahan…
credit (link artikel)

Pingback: Riwayat Ngeblog Saya [review dari jaman dulu] « Dari balik meja karambol…